Senin, 03 April 2023

Struktur Hirarki Basis Data

                         Definisi Arsitektur Basis Data 

 

    Arsitektur Basis data merupakan serangkaian pengetahuan tentang pemodelan data. Pengetahuan tentang file, table, field, record indeks, abstraksi data dan serangakaian konsep yang digunakan untuk membuat diskripsi struktur basis data. Melalui diskripsi struktur basis daata dapat ditentukan jenis data, hubungan dan konstrain (keterbatasan) data yang ditangani. Dalam basis data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:

  • Elemen (kolom atau field) data adalah satauan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
  • Rekaman (record) merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari record adalah baris atau tupel.
  •  Berkas (file) adalah himpunan selurh record yang bertipe sama.
Struktur hirarki sebuah database dapat digambarkan dalam diagram hirarki sebagai berikut:

                                                 Gambar struktur hirarki sistem basis data
                            

                       Gambar struktur penyimpanan file dan tabel dalam basis data



                        Skema Atau Abstraksi Basis Data

    Abstraksi data merupakan tingkatan atau level bagaimana melihat data dalam sistem basis data. Abstraksi data diwujudkan dalam pemodelan data yang merupakan sejumlah konsep yang digunakan untuk membuat diskripsi struktur basis data. Melalui diskripsi struktur basis data, dapat ditentukan jenis data dan hubungannya dengan data lain.

    Skema basis data merupakan diskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan. Skema ini digunakan untuk memisahkan antara fisik basis data dan program aplikasi pemakai. Penggambaran skema bsisi data biasanya ditampilkan dalam diagram yang berisi sebagian detail data dari diskripsi basis data. Secara umum arsitektur basis data menggunakan arsitektur tiga skema yang meliputi tiga level yaitu:

  1. Level Internal atau skema internal. Level ini mendifinisikan secara detail penyimpanan basis data dan pengaksesan data. Pada level ini memuat diskripsi struktur penyimpanan basis data, menggunakan model data fisikal.
  2. Level Konseptual (skema konseptual), memuat diskripsi struktur basis data secara keseluruhan untuk semua pemakai. Level ini memuat diskripsi tentang entity, atribut, relasi dan konstrain tanpa memuat diskripsi data secara detail.
  3. Level eksternal (skema eksternal atau view), mendefinisikan pandangan data terhadap sekelompok pemakai (local view) dengan menyembunyikan data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok pemakai tersebut.

                                                                        
                            Gambar arsitektur tiga-skema sistem manajemen basis data 


                                                  Pemodelan data

   Pemodelan data merupakan sarana untuk melakukan abstraksi data dan sejumlah konsep untuk membuat diskripsi struktur basis data. Kebanyakan model data memuat spesifikasi untuk operasi dasar (basic operation) dalam pengaksesan dan pembaharuan data. Pada perkembangan terakhir dikenal dengan istilah tabiat data (data behavior) pada pemrograman berorientasi object. Terdapat sejumlah cara dalam merepresentasikan model dalam perancangan basis data. Secara umum pemodelan data dapat dikelompokan menjadi dua yaitu:
  1. Object based logical model. Dalam pemodelan ini struktur atau hirarki basis data diilustrasikan berdasarkan object. Model ini meliputi: 1) Model keterhubungan entitas (Entity Relationalship Model atau ERD). 2) Model berorientasi object (Object-Oriented Model). 3) Model Data Semantik (Semantic Data Model). 2) Model data Fungsional (Function Data Model).
  2. Record-based logical model. Dalam model ini struktur basis data diilustrasikan berdasarkan record. Model ini meliputi: 1) Model relational (Relational Model). 2) Model Herarkis (Hierarchical Model) 3) Model Jaringan (Network Model).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar