Kamis, 30 Maret 2023

Tujuan dan Manfaat Penggunaan Basis Data

                       Tujuan dan Manfaat Basis Data 




Kemampuan untuk mengatur atau mengolah sejumlah data, dan kecepatan untuk mencari informasi yang relavan, adalah aset yang sangat penting bagi suatu organisasi.
Beberapa tujuan penggunaan basis data adalah sebagai berikut:
  1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed), melalui basis data diharapkan pengguna dapat melakukan penyimpanan, perubahan dan menampilkan kembali dengan cepat dan mudah.
  2. Efisien Ruang Penyimpanan (Space). Pengguna basis data mampu mengurangi pengulangan atau redundansi data. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean atau dengan membuat relasi-relasi (dalam bentuk file) antara kelompok data yang saling berhubungan.
  3. Keakuratan (Accuracy), melalui basis data keakuratan data lebih terjaga dengan menerapkan aturan dan  batasan tertentu (constraint), tipe data, domain data dan keunikan data. 
  4. Ketersediaan (Availability). Dengan basis data data yang sudah tidak dipakai dapat dipisahkan dari sistem database yang sedang aktif. Hal ini dapat dilakukan dengan cara penghapusan atau memindahkannya ke media backup untuk menghemat ruang penyimpanan.
  5. Kelengkapan (Completeness). Agar data yang dikelola senantiasa lengkap baik relatif terhadap kebutuhan pemakai maupun terhadap waktu. Hal ini dapat dilakukan melaluipenambahan record-record data, perubahan struktur basis data, menambah field pada tabel atau menambah tabel baru.
  6. Keamanan (Security). Keamanan dalam penggunaan basis data diperlakukan pada sistem yang besar dan serius.
  7. Kebersamaan (Sharability). Agar data yang dikelola oleh sistem mendukung lingkungan multiuser (banyak pemakai) dengan menjaga / menghindari munculnya problem baru seperti inkonsistensi data (karena terjadi perubahan data yang dilakukan oleh beberapa user dalam waktu yang bersamaan) atau kondisi deadlock (karena ada banyak pemakai saling menunggu untuk menggunakan data).

                                       Pengguna dalam Basis Data


Pada tingkat pemakai, Pada tingkat pemakai, data base dikelompokkan menjadi beberapa tingkat pemakai yaitu antara lain sebagai berikut:

1. Database Administrator, ialah manusia yang yang mengorganisasi seluruh sistem basis data. Database administrator memiliki tanggung jawab penuh dalam manajemen database meliputi: pengaturan hak akses, koordinasi dan monitoring serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan hardware dan software.

2. Database Designer, adalah manusia yang bertugas merancang dan mengembangkan database. Database designer bertanggung jawab dalam identifikasi data yang tersimpan dalam database, menentukan struktur data yang tepat untuk disimpan dalam database.
Database designer memerlukan koordinasi akan kebutuhan user database.

3. Application Programmer, ialah penggunaa yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language (DML). DML meliputi program yang ditulis dalam bahasa pemrograman induk yang dipakai.

4. End user, adalah adalah pengguna yang memanfaatkan atau membutuhkan akses ke
database melalui query, manambah, merubah menghapus maupun membuat report database. End user dapat dikategorikan:

  a) Casual end users atau pengguna tak tetap atau user mahir. Pengguna yang tidak selalu mengakses database, tapi kadang memerlukan informasi terbaru. Berinteraksi dengan sistem tanpa modul program, hanya menggunakan query (untuk akses dan manipulasi data) yang telah disediakan oleh DBMS.

  b) Natïve atau parametric end users atau user umum. Pengguna yang pekerjaan selalu konstan yaitu melakukan query dan update data. Misalnya:bank teller, pegawai reservasi. Pengguna ini berinteraksi dengan sistem melalui pemanggilan suatu program aplikasi permanen (executable) yang telah dibuat sebelumnya oleh programmer.

 c) User Khusus (Specialized User). Pengguna yang menulis aplikasi basis data non konvensional untuk keperluan khusus yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan

 d) Sophisticated end users, pengguna yang melengkapi kebutuhan database user, seperti engineer, scientist, business analyst.

 e) Stand-alone users. Pengguna user yang mengelola personal database.

5. System Analyst, ialah pengguna yang merencanakan dan menentukan kebutuhan sistem.

6. Application Programmers (Software Engineering), ialah pengguna tanggung jawabnya berhubungan dengan kebutuhan koneksi database.

7. Worker behind the scene, ialah pengguna yang tidak tertarik pada database, tetapi lebih cenderung pada membangun data base atau kebutuhannya menggunakan alat bantu. Pengguna ini dibedakan menjadi:

a) DBMS system designers dan implementer, ialah pengguna yang merancang dan mengimplementasikan modul-modul dan interface menggunakan paket-paket software DBMS. (seperti:. Modul: catalog, procs query lang., procs interface, access & buffering data, controlling cuncurrency, handling data recovery & security; interfacing: interface for integrated system).

 b) Tool developers. Pengguna yang merancang dan mengimplementasikan 
tools untuk mendukung software DBMS. Seperti Tools untuk meningkatkan performance database, tool untuk monitoring operasional database.

c) Operatiors dan maintenance personnel. Para personel administrator yang bertanggung jawab akan jalannya operasional database termasuk maintenance (hardware/software) DBMS.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar